Mengikuti pelatihan online, merupakan hal yang sudah saya lakukan semenjak awal tahun 2017. Pelatihan online ini diselenggarakan oleh beberapa organisasi guru nasional. Pelatihan online yang saya ikuti lebih sering yang bertujuan meningkatkan kompetensi dalam mengajar nantinya. Sejak tahun 2017, beberapa kali saya sering mendapatkan informasi tentang pelatihan yang diadakan oleh Seameo. Lebih tepatnya yang diadakan oleh Seamolec. Seorang teman sering mengupload sertifikat yang diperolehnya setelah mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Seamolec. Sebuah sertifikat yang ditulis dengan bahasa Inggris. Sungguh sebuah kebanggaan jika saya juga mendapatkannya. Namun, setelah browsing. Saya mendapatkan informasi bahwa pelatihan yang diadakan oleh Seamolec menggunakan vicon (video conference) melalui aplikasi webex. Sebuah cara pelatihan online yang berbeda dari yang biasa saya ikuti. Dan juga sebuah cara pelatihan online yang menurut saya agak sedikit sulit untuk saya ikuti.
Beberapa
alasan yang membuat saya tidak dapat mengikuti pelatihan dengan menggunakan
video conference. Yang pertama, waktu untuk mengikuti video conference telah di
jadwalkan dan itu sulit untuk diikuti melihat saya memiliki dua orang balita.
Kedua, karena jarak tempat bertugas saya dengan rumah lumayan memakan waktu dan
beberapa tempat tidak terdapat sinyal. Ketiga, karena fasilitas yang saya
punyai untuk melakukan vicon tidak mendukung. Baik itu HP atau laptop.
Akhirnya, saya tidak pernah memberanikan diri untuk mengikuti pelatihan yang
diadakan oleh Seamolec. Meski ada rasa ingin yang sangat.
Akhirnya
butuh dua tahun untuk saya memutuskan mengikuti pelatihan yang mengharuskan ada
video conference. Semua berawal dari seorang teman yang mengshare informasi
pendaftaran Seameo Virtual Coordinator Training Batch 2 melalui pesan Whatsapp.
Pertama membaca pesan tersebut hanya saya lihat sekilas. Karena tertulis
Seameo, itu artinya akan ada vicon yang dilakukan. Tentunya saya kembali kurang
tertarik mengikutinya. Beberapa hari kemudian teman tersebut menanyakan apakah
saya ikut atau tidak. Kebetulan temannya sangat mengharapkan dia untuk ikut dan
dia mengajak saya agar kami nanti bisa berdiskusi.
Setelah
saya pikir, tidak ada salahnya untuk mencoba. Akhirnya saya mendaftar lewat
link yang dishare oleh teman tersebut. Teman sayapun ikut mendaftar. Jelang
beberapa hari setelah melakukan pendaftaran, saya digabungkan ke dalam sebuah
grup whatsapp VCT Batch 2. Cukup banyak yang tergabung ke dalam grup tersebut.
Saya hanya menjadi pembaca yang baik dalam grup VCT Batch 2 tersebut. Menunggu
informasi kapan kegiatan akan dimulai.
Kegiatan
di awali dengan penyampaian materi umum melalui webex. Untuk itu saya mulai
mengotak atik laptop agar dapat menggunakan webex melalui laptop. Beberapa lama
mencobah Alhamdulillah berhasil. Perasaan saat itu sangat senang. Hal yang
selama ini saya pikir tidak dapat saya lakukan dengan laptop saya ternyata bisa
dilakukan. Setelah itu saya juga mencoba mengikuti vicon melalui androin dengan
menginstall aplikasi webex dan Alhamdulillah juga bekerja sebagaimana harusnya.
Alhasil penyampaian materi pertama pada tanggal 16 Januari 2019 dapat saya
ikuti dengan dua fasilitas, android dan laptop. Penyampaian materi umum pada
tanggal 16 Januari tersebut disampaikan oleh Bapak Dr. Gatot Dwi Priowirjano
(Direktur Seameo Secretariat). Dilanjutkan hari kedua dan ketiga (17 dan 18
Januari 2019) tentang teknik menjadi host, moderator dan presenter. Dari
pertemuan kedua dan ketiga ini saya mengetahui bahwa tugas yang harus dilakukan
untuk menyelesaikan pelatihan ini tidak hanya duduk manis mendengarkan materi
yang diberikan melalui vicon webex tetapi semua peserta harus tampil
menggunakan webex. Dan tidak tanggung-tanggung, masing-masing peserta harus
tampil sebanyak enam kali. Dua kali sebagai host, dua kali sebagai moderator
dan dua kali sebagai presenter.
Muncul
kepanikan baru setelah mendapatkan informasi tentang tagihan yang harus
dikerjakan untuk dapat menyelesaikan pelatihan VCT Batch 2 ini. Bingung
bagaimana cara membagi waktu enam kali pertemuan vicon. Bingung bagaimana cara
melakukan vicon di antara dua anak. Ditambah lagi, bingung apa yang akan
disampaikan saat menjadi presenter. Mundur, sempat terpikirkan saat itu. Tetapi,
rasa ingin menaklukkan tugas lebih besar. Akhirnya mulai berpikir apa materi
yang akan disampaikan nanti saat menjadi presenter.
Sebelum
tampil, saya dan teman saya sering melakukan diskusi. Kami saling menguatkan
disaat salah seorang mulai kerkeinginan untuk mundur. Untuk lebih memantapkan
hati, kami sering bersama online mengikuti kegiatan yang sudah mulai. Dari
sana, saya belajar bagaimana menjadi host, moderator dan presenter. Meski untuk
materi sebagai presenter masih belum terpikirkan. Saya sering hadir dalam
kegiatan sebagai peserta hanya di waktu malam hari. waktu di saat anak-anak
sudah mulai istirahat. Ketika room sedang tidak ada presenter, beberapa peserta
termasuk saya, mencoba berlatih sebagai host ataupun presenter. Belajar
menshare file, belajar memindahkan host dari satu peserta ke peserta yang lain.
Akhirnya,
saya memutuskan untuk mencoba menjadi presenter pertama pada hari selasa
tanggal 22 Januari 2019 pada sesi 10 pukul 19.00 WIB sampai dengan 20.00 WIB
dengan judul “Membuka Kelas Online di Schoology”. Saya memilih hari itu karena
kebetulan saya malam itu menginap di kosan teman di Lintau setelah mengajar
tambahan sore untuk siswa kelas XII. Untuk setiap hari, aka nada flyer yang
dibuat sebagai informasi bagi yang ingin ikut serta dalam kegiatan. Di dalam
flyer tersebut di tuliskan nama presenter beserta judul materi yang akan
disampaikan, host dan moderator. Dan tentunya tidak lupa nomor room dan
password untuk masuk ke room webex. Flyer yang dibuat sangat cantik. Penuh
warna dengan pajangan foto masing-masing presenter di setiap sesinya. Saya
sangat menyukai semua flyer yang dibuat oleh teman-teman sekelompok.
Hari
selasa 22 Januari 2019 akhirnya datang. Berhubung saya menginap di kamar kosan
teman, tentu saya harus minta izin terlebih dahulu kepada teman saya.
Alhamdulillah teman saya sangat pengertian dan mengizinkan saya sedikit ribut
di kamarnya. Ketika saya akan tampil, saya dibiarkan sendiri di dalam kamar dan
teman saya menunggu di luar sambil bermain HP. Katanya agar tidak mengganggu
konsentrasi saya. Sebelum tampil, saya telah membeli pulsa untuk membeli paket
semalam. Saya harus mempersiapkan paket dari kartu telkomsel, karena kebetulan
paket tri yang biasa saya gunakan tidak dapat digunakan di Lintau. Karena tidak
ada sinyal tri di Lintau. Selain itu saya mempersiapkan head set agar tidak
terlalu mengganggu penghuni kamar kos yang lain.
Kegiatan
dibuka oleh host merangkap moderator yaitu Bapak Ahmad Syafi’i. Bapak Ahmad
Syafi’i terpaksa mengambil dua tugas karena yang seharusnya bertugas sebagai
host tidak muncul sampai kegiatan berakhir. Setiap bertugas sebagai presenter,
maka peserta harus merekam tampilan layar selama presentasi. Rekaman akan
digunakan sebagai bukti bahwa peserta telah bertugas sebagai presenter.
Sebelumnya saya telah berlatih untuk merekam tampilan layar menggunakan
aplikasi fastone. Oleh karena itu pada saat tampil sebagai presenter, saya coba
merekam kegiatan dengan menggunakan aplikasi fastone tersebut.
Rencana
awal, saat penyampaian materi saya akan langsung memberikan contoh bagaimana
mendaftar di schoology dan membuka kelas online di schoology. Tetapi,
terkendala dengan tampilan layar yang tidak mau memperlihatkan proses membuka
alamat schoology. Dengan berat hati saya cukup puas dengan menampilkan dua buah
video youtube yang sebelumnya telah saya persiapkan untuk berjaga-jaga jika
terjadi kendala. Untuk sesi tanya jawab berlangsung lumayan seru, mengingat
kendala yang ditemui saat penyampaian materi.
Akhirnya
saya dapat menyelesaikan tugas pertama sebagai presenter. Namun, masalah
kembali muncul. Perekaman kegiatan mengalami masalah. Dan hanya merekam bagian
penutup dari kegiatan saja. ditambah lagi suara yang terdengar sangat kecil. Saya
bertanya kepada moderator apakah ada membuat backup rekaman dan ternyata tidak
ada. Alhasil saya hanya mendapatkan tidak sampai lima menit rekaman layar saat
saya menjadi presenter. Untuk malam itu saya cukupkan saja sampai di sana, dan
akan mencari solusinya nanti. Karena tidak mungkin menshare ke youtube rekaman
yang tidak sampai lima menit tersebut. Besoknya, saya mencoba mengedit rekaman
layar saat saya tampil sebelumnya. Dengan menambahkan ppt dan video youtube
yang saya tampilkan saat presentasi. Dan Alhamdulillah hasilnya tidak
mengurangi informasi tentang materi saya. Editan rekaman tersebut dapat dilihat
di https://www.youtube.com/watch?v=9Ma1nQ9hYQg&t.
Selesai
menjadi presenter, membuat semangat semakin meningkat. Dan saya memutuskan pada
hari kamis 24 Januari 2019 untuk saya isi sebagai host dan moderator. Dan saya
memilih sesi 11 pukul 20.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB sebagai host dan sesi
12 pada pukul 21.00 WIB sampai dengan 22.00 WIB sebagai moderator. Kali ini
kedua kegiatan saya lakukan di rumah. Dan tentu saja ditambah kehadiran dua
jagoan kecil. Kedua jagoan ini memberikan tantangan tersendiri. Melihat saya
yang asyik dengan HP dan laptop ditambah ada suara-suara yang sedang berbicara,
keisengan mereka muncul. Dengan bergantian mereka berlari ke tempat saya sambil
berteriak. Namun setelah dijelaskan
kalau teman ibu sedang berbicara, akhirnya mereka bisa mengerti.
Menjadi
host sedikit lebih santai, karena tugasnya hanya membuka acara dengan
memperkenalkan moderator dan presenter serta mengatur mikrofon para peserta.
Setiap acara yang diadakan pada sesi 10, 11 atau 12 hanya diikuti oleh sedikit
peserta dan seringnya peserta yang hadir adalah peserta yang sama. Namun itu
membuat kami lebih akrab dalam berinteraksi. Terkadang disetiap pergantian sesi
sering peserta saling melemparkan candaan untuk sekedar penghilang rasa bosan
dan rasa kantuk.
Sebenarnya
saya dan teman merencanakan untuk tampil diwaktu yang sama dengan bergantian
menjadi host dan moderator. Di saat saya menjadi host, maka teman saya menjadi
moderator dan setelah itu kami bertukar peran. Di mana saya menjadi moderator
dan host saya pindahkan ke teman saya. Ini
kami lakukan dengan alasan waktu yang pas karena besoknya hari jumat tidak
terlalu banyak kegiatan di sekolah dan juga agar kami dapat saling membantu.
Kami juga akan saling dukung sebagai peserta di saat salah satu menjadi
presenter.
Berikutnya,
ketika saya menjadi moderator. Saya mendampingi bu Novalia Nurcahyani dalam
menyampaikan materi tentang PTK yang pernah dilaksanakan. Meski malam mulai
larut namun semangat peserta untuk bertanya tetap ada. Sebagai moderator saya
harus mempersiapkan absen untuk kegiatan pada sesi 12. Namun, bu Novalia telah
lebih dulu mempersiapkan absen. Sehingga absen yang saya buat tidak digunakan.
Tidak masalah. Yang penting pengalaman membuat absen sebuah kegiatan online
telah saya ikuti.
Sampai
tanggal 24 Januari 2019, saya telah menyelesaikan tugas sebagai host, moderator
dan presenter masing-masing satu kali. Berikutnya saya memilih hari Jumat
tanggal 25 Januari 2019 untuk bertugas sebagai moderator dan host. Moderator
saya ambil pada sesi pukul 11.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB. Dan sebagai host
saya ambil di sesi 11 pukul 20.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB. Pengalaman
menjadi moderator dan host untuk kedua kalinya berbeda dengan yang pertama.
Menjadi
moderator sengaja saya ambil pada jam di mana saya masih berada di sekolah.
Kebetulan hari Jumat tersebut saya tidak ada jam mengajar. Saya memilih membuka
webex menggunakan handphone (android). Dan mengambil posisi di ruangan wakil
kepala sekolah. Karena saya menggunakan sinyal wifi dari kantor tata usaha yang
bersebelahan dengan ruangan wakil kepala sekolah tersebut. Saya lebih memilih
ruangan wakil kepala sekolah karena tidak banyak yang beraktifitas di sana.
Sedangkan di ruangan tata usaha, aktifitas sangat padat. Sehingga akan
menyebabkan suara yang terdengar sedikit terganggu. Kebetulan hari itu saya tidak
membawa headset. Saya memilih salah satu kegiatan di lakukan di sekolah karena
ingin memperlihatkan kepada teman-teman tentang kegiatan yang saya lakukan. Dan
berharap teman-teman tertarik untuk ikut kegiatan yang sama di kesempatan
berikutnya.
Jam
11.00 WIB kegiatan sesi 3 dimulai. Host dan saya sebagai moderator telah hadir.
Namun, Ibu Rika Nora yang bertugas sebagai presenter belum hadir dalam room
webex. Saya mencoba menghubungi Ibu Rika Nora melalui telpon biasa dan telpon
whatsapp. Tetapi masih belum terhubung. Jelang beberapa lama akhirnya Ibu Rika
Nora dapat masuk ke room webex. Namun, Ibu Rika Nora tidak dapat
mempresentasikan materinya dengan maksimal karena faktor sinyal atau jaringan
di tempat ibu Rika Nora. Ketika penyampaian materi dilakukan, tiba-tiba Ibu
Rika Nora offline. Dan saya serta host mencoba menghubungi Ibu Rika Nora
kembali. Begitu terjadi beberapa kali. Akhirnya setelah lewat jam 12.00 WIB,
Ibu Rika Nora dapat online dengan baik tetapi yang tinggal hanya kami bertiga,
host, moderator dan presenter. Karena peserta yang tadinya ikut adalah
bapak-bapak maka lewat jam 12.00 WIB mereka persiapan untuk sholat Jumat.
Akhirnya, sesi tanya jawab ditiadakan. Karena tinggal kami bertiga, maka saya
menutup kegiatan sesi 3 sampai di sana. Benar-benar pengalaman menjadi
moderator yang unik.
Selama
saya menjadi moderator tersebut, gangguan yang terjadi tidak terlalu berarti.
Hanya beberapa orang teman yang datang dan mengobrol di ruangan yang sama.
Sedikit terganggu, akibatnya saya harus mondar mandir mencari tempat yang cukup
tenang. Meski demikian tugas sebagai moderator dapat dilaksanakan dan tuntas.
Akhirnya
tugas terakhir, yaitu sebagai presenter. Saya memilih sesi sepuluh di hari
senin yang jatuh pada tanggal 28 Januari 2019. Dan mengambil tema “Satu Jam
Mengenal Geogebra”. Kenapa saya hanya mengambil tema mengenal geogebra,
bukannya penggunaan geogebra ? Itu karena, saya berpikir bahwa peserta yang
akan mengikuti kegiatan saya bukan hanya berlatar belakang jurusan matematika.
Tetapi juga dari jurusan lain yang tentunya belum mengenal apa itu geogebra.
Mengantisipasi
kegagalan perekaman yang terjadi pada presentasi perrtama, saya menggunakan dua
media untuk presentasi yang kedua ini. Yang pertama, saya menggunakan android
untuk menampilkan materi dalam bentuk powerpoint. Artinya saya tampil
menggunakan android. Media yang kedua yang saya gunakan adalah laptop.
Fungsinya untuk merekam presentasi yang saya lakukan. Akibatnya saya masuk ke
room menggunakan dua nama. Di samping itu, demi keamanan hasil rekaman. Saya
juga meminta tolong kepada teman yang kebetulan bertugas sebagai host untuk
ikut merekam presentasi saya. Jadi saya punya backup rekaman jika nanti terjadi
masalah seperti presentasi yang pertama.
Yang
spesial di presentasi 2 ini adalah yang menjadi moderator adalah seorang
pengurus IGI. Itu terbongkar karena saat saya merespon pertanyaan atau
tanggapan dari peserta saya menyebutkan salah satu kanal IGI yang memberikan
pelatihan geogebra yaitu sagusage. Pak Hilmawan yang menjadi moderator langsung
menyampaikan bahwa beliau adalah salah satu pengurus IGI dan kebetulan juga ada
pengur IGI yang lain di tempat beliau. Sungguh suatu momen yang luar biasa buat
saya.
Alhamdulillah
presentasi yang kedua berjalan lancar, banyak teman yang tertarik dengan
geogebra. Semoga banyak yang akan lanjut mempelajari dan menggunakan geogebra.
Dan hasil rekamanpun tidak mengecewakan seperti rekaman presentasi pertama.
Berikut link youtube presentasi kedua yang saya lakukan https://www.youtube.com/watch?v=P9WiVKUHmCQ&t
Setelah
presentasi kedua, ini artinya saya telah menyelesaikan semua tugas yang
diberikan. Berikutnya kami yang sudah menyelesaikan tugas mengisi form yang meminta biodata, flyer,
daftar hadir dan link youtube dari hasil rekaman selama kami presentasi.
Setelah itu kami mendapatkan sertifikat dalam bentuk softcopy. Alhamdulillah
saya memiliki sebuah sertifikat dari SEAMEO. Sebuah sertifikat yang menggunakan
bahasa Inggris. Suatu kebanggana dapat menjadi bagian dari VCT batch 2 ini.
Ucapan terima kasih kepada panitia penyelenggara. Teristimewa untuk bu Fiqa dan
bu Wis yang selalu ada memberikan penjelasan dan bimbingannya untuk kami.
Harapan
yang sangat besar kepada penyelenggara kegiatan VCT ini. Semoga teman-teman
yang lain masih diberi kesempatan untuk dapat memiliki pengalaman yang saya
dapat dari kegiatan ini. Terutama pengalaman menggunakan webex. Jika saja saya
tidak mengikuti VCT, maka sampai sekarang saya tidak akan mengenal dan
bersahabat dengan webex. Dan semoga ke depannya, akan semakin banyak ilmu atau
kompetensi yang diberikan. Walaupun itu sudah tampak pada VCT batch 4. Di mana
materi yang akan diterima peserta lebih banyak dibandingkan VCT batch 2. Terima
kasih sekali lagi saya ucapkan kepada SEAMEO.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar