Minggu, 12 Juli 2020

AKHIRNYA BERKENALAN DENGAN WEBEX

Mengikuti pelatihan online, merupakan hal yang sudah saya lakukan semenjak awal tahun 2017. Pelatihan online ini diselenggarakan oleh beberapa organisasi guru nasional. Pelatihan online yang saya ikuti lebih sering yang bertujuan meningkatkan kompetensi dalam mengajar nantinya. Sejak tahun 2017, beberapa kali saya sering mendapatkan informasi tentang pelatihan yang diadakan oleh Seameo. Lebih tepatnya yang diadakan oleh Seamolec. Seorang teman sering mengupload sertifikat yang diperolehnya setelah mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Seamolec. Sebuah sertifikat yang ditulis dengan bahasa Inggris. Sungguh sebuah kebanggaan jika saya juga mendapatkannya. Namun, setelah browsing. Saya mendapatkan informasi bahwa pelatihan yang diadakan oleh Seamolec menggunakan vicon (video conference) melalui aplikasi webex. Sebuah cara pelatihan online yang berbeda dari yang biasa saya ikuti. Dan juga sebuah cara pelatihan online yang menurut saya agak sedikit sulit untuk saya ikuti.

Beberapa alasan yang membuat saya tidak dapat mengikuti pelatihan dengan menggunakan video conference. Yang pertama, waktu untuk mengikuti video conference telah di jadwalkan dan itu sulit untuk diikuti melihat saya memiliki dua orang balita. Kedua, karena jarak tempat bertugas saya dengan rumah lumayan memakan waktu dan beberapa tempat tidak terdapat sinyal. Ketiga, karena fasilitas yang saya punyai untuk melakukan vicon tidak mendukung. Baik itu HP atau laptop. Akhirnya, saya tidak pernah memberanikan diri untuk mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Seamolec. Meski ada rasa ingin yang sangat.

Akhirnya butuh dua tahun untuk saya memutuskan mengikuti pelatihan yang mengharuskan ada video conference. Semua berawal dari seorang teman yang mengshare informasi pendaftaran Seameo Virtual Coordinator Training Batch 2 melalui pesan Whatsapp. Pertama membaca pesan tersebut hanya saya lihat sekilas. Karena tertulis Seameo, itu artinya akan ada vicon yang dilakukan. Tentunya saya kembali kurang tertarik mengikutinya. Beberapa hari kemudian teman tersebut menanyakan apakah saya ikut atau tidak. Kebetulan temannya sangat mengharapkan dia untuk ikut dan dia mengajak saya agar kami nanti bisa berdiskusi.

Setelah saya pikir, tidak ada salahnya untuk mencoba. Akhirnya saya mendaftar lewat link yang dishare oleh teman tersebut. Teman sayapun ikut mendaftar. Jelang beberapa hari setelah melakukan pendaftaran, saya digabungkan ke dalam sebuah grup whatsapp VCT Batch 2. Cukup banyak yang tergabung ke dalam grup tersebut. Saya hanya menjadi pembaca yang baik dalam grup VCT Batch 2 tersebut. Menunggu informasi kapan kegiatan akan dimulai.

Kegiatan di awali dengan penyampaian materi umum melalui webex. Untuk itu saya mulai mengotak atik laptop agar dapat menggunakan webex melalui laptop. Beberapa lama mencobah Alhamdulillah berhasil. Perasaan saat itu sangat senang. Hal yang selama ini saya pikir tidak dapat saya lakukan dengan laptop saya ternyata bisa dilakukan. Setelah itu saya juga mencoba mengikuti vicon melalui androin dengan menginstall aplikasi webex dan Alhamdulillah juga bekerja sebagaimana harusnya. Alhasil penyampaian materi pertama pada tanggal 16 Januari 2019 dapat saya ikuti dengan dua fasilitas, android dan laptop. Penyampaian materi umum pada tanggal 16 Januari tersebut disampaikan oleh Bapak Dr. Gatot Dwi Priowirjano (Direktur Seameo Secretariat). Dilanjutkan hari kedua dan ketiga (17 dan 18 Januari 2019) tentang teknik menjadi host, moderator dan presenter. Dari pertemuan kedua dan ketiga ini saya mengetahui bahwa tugas yang harus dilakukan untuk menyelesaikan pelatihan ini tidak hanya duduk manis mendengarkan materi yang diberikan melalui vicon webex tetapi semua peserta harus tampil menggunakan webex. Dan tidak tanggung-tanggung, masing-masing peserta harus tampil sebanyak enam kali. Dua kali sebagai host, dua kali sebagai moderator dan dua kali sebagai presenter.

Muncul kepanikan baru setelah mendapatkan informasi tentang tagihan yang harus dikerjakan untuk dapat menyelesaikan pelatihan VCT Batch 2 ini. Bingung bagaimana cara membagi waktu enam kali pertemuan vicon. Bingung bagaimana cara melakukan vicon di antara dua anak. Ditambah lagi, bingung apa yang akan disampaikan saat menjadi presenter. Mundur, sempat terpikirkan saat itu. Tetapi, rasa ingin menaklukkan tugas lebih besar. Akhirnya mulai berpikir apa materi yang akan disampaikan nanti saat menjadi presenter.

Sebelum tampil, saya dan teman saya sering melakukan diskusi. Kami saling menguatkan disaat salah seorang mulai kerkeinginan untuk mundur. Untuk lebih memantapkan hati, kami sering bersama online mengikuti kegiatan yang sudah mulai. Dari sana, saya belajar bagaimana menjadi host, moderator dan presenter. Meski untuk materi sebagai presenter masih belum terpikirkan. Saya sering hadir dalam kegiatan sebagai peserta hanya di waktu malam hari. waktu di saat anak-anak sudah mulai istirahat. Ketika room sedang tidak ada presenter, beberapa peserta termasuk saya, mencoba berlatih sebagai host ataupun presenter. Belajar menshare file, belajar memindahkan host dari satu peserta ke peserta yang lain.  

Akhirnya, saya memutuskan untuk mencoba menjadi presenter pertama pada hari selasa tanggal 22 Januari 2019 pada sesi 10 pukul 19.00 WIB sampai dengan 20.00 WIB dengan judul “Membuka Kelas Online di Schoology”. Saya memilih hari itu karena kebetulan saya malam itu menginap di kosan teman di Lintau setelah mengajar tambahan sore untuk siswa kelas XII. Untuk setiap hari, aka nada flyer yang dibuat sebagai informasi bagi yang ingin ikut serta dalam kegiatan. Di dalam flyer tersebut di tuliskan nama presenter beserta judul materi yang akan disampaikan, host dan moderator. Dan tentunya tidak lupa nomor room dan password untuk masuk ke room webex. Flyer yang dibuat sangat cantik. Penuh warna dengan pajangan foto masing-masing presenter di setiap sesinya. Saya sangat menyukai semua flyer yang dibuat oleh teman-teman sekelompok.

Hari selasa 22 Januari 2019 akhirnya datang. Berhubung saya menginap di kamar kosan teman, tentu saya harus minta izin terlebih dahulu kepada teman saya. Alhamdulillah teman saya sangat pengertian dan mengizinkan saya sedikit ribut di kamarnya. Ketika saya akan tampil, saya dibiarkan sendiri di dalam kamar dan teman saya menunggu di luar sambil bermain HP. Katanya agar tidak mengganggu konsentrasi saya. Sebelum tampil, saya telah membeli pulsa untuk membeli paket semalam. Saya harus mempersiapkan paket dari kartu telkomsel, karena kebetulan paket tri yang biasa saya gunakan tidak dapat digunakan di Lintau. Karena tidak ada sinyal tri di Lintau. Selain itu saya mempersiapkan head set agar tidak terlalu mengganggu penghuni kamar kos yang lain.

Kegiatan dibuka oleh host merangkap moderator yaitu Bapak Ahmad Syafi’i. Bapak Ahmad Syafi’i terpaksa mengambil dua tugas karena yang seharusnya bertugas sebagai host tidak muncul sampai kegiatan berakhir. Setiap bertugas sebagai presenter, maka peserta harus merekam tampilan layar selama presentasi. Rekaman akan digunakan sebagai bukti bahwa peserta telah bertugas sebagai presenter. Sebelumnya saya telah berlatih untuk merekam tampilan layar menggunakan aplikasi fastone. Oleh karena itu pada saat tampil sebagai presenter, saya coba merekam kegiatan dengan menggunakan aplikasi fastone tersebut.

Rencana awal, saat penyampaian materi saya akan langsung memberikan contoh bagaimana mendaftar di schoology dan membuka kelas online di schoology. Tetapi, terkendala dengan tampilan layar yang tidak mau memperlihatkan proses membuka alamat schoology. Dengan berat hati saya cukup puas dengan menampilkan dua buah video youtube yang sebelumnya telah saya persiapkan untuk berjaga-jaga jika terjadi kendala. Untuk sesi tanya jawab berlangsung lumayan seru, mengingat kendala yang ditemui saat penyampaian materi.

Akhirnya saya dapat menyelesaikan tugas pertama sebagai presenter. Namun, masalah kembali muncul. Perekaman kegiatan mengalami masalah. Dan hanya merekam bagian penutup dari kegiatan saja. ditambah lagi suara yang terdengar sangat kecil. Saya bertanya kepada moderator apakah ada membuat backup rekaman dan ternyata tidak ada. Alhasil saya hanya mendapatkan tidak sampai lima menit rekaman layar saat saya menjadi presenter. Untuk malam itu saya cukupkan saja sampai di sana, dan akan mencari solusinya nanti. Karena tidak mungkin menshare ke youtube rekaman yang tidak sampai lima menit tersebut. Besoknya, saya mencoba mengedit rekaman layar saat saya tampil sebelumnya. Dengan menambahkan ppt dan video youtube yang saya tampilkan saat presentasi. Dan Alhamdulillah hasilnya tidak mengurangi informasi tentang materi saya. Editan rekaman tersebut dapat dilihat di https://www.youtube.com/watch?v=9Ma1nQ9hYQg&t.

Selesai menjadi presenter, membuat semangat semakin meningkat. Dan saya memutuskan pada hari kamis 24 Januari 2019 untuk saya isi sebagai host dan moderator. Dan saya memilih sesi 11 pukul 20.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB sebagai host dan sesi 12 pada pukul 21.00 WIB sampai dengan 22.00 WIB sebagai moderator. Kali ini kedua kegiatan saya lakukan di rumah. Dan tentu saja ditambah kehadiran dua jagoan kecil. Kedua jagoan ini memberikan tantangan tersendiri. Melihat saya yang asyik dengan HP dan laptop ditambah ada suara-suara yang sedang berbicara, keisengan mereka muncul. Dengan bergantian mereka berlari ke tempat saya sambil berteriak.  Namun setelah dijelaskan kalau teman ibu sedang berbicara, akhirnya mereka bisa mengerti.

Menjadi host sedikit lebih santai, karena tugasnya hanya membuka acara dengan memperkenalkan moderator dan presenter serta mengatur mikrofon para peserta. Setiap acara yang diadakan pada sesi 10, 11 atau 12 hanya diikuti oleh sedikit peserta dan seringnya peserta yang hadir adalah peserta yang sama. Namun itu membuat kami lebih akrab dalam berinteraksi. Terkadang disetiap pergantian sesi sering peserta saling melemparkan candaan untuk sekedar penghilang rasa bosan dan rasa kantuk.

Sebenarnya saya dan teman merencanakan untuk tampil diwaktu yang sama dengan bergantian menjadi host dan moderator. Di saat saya menjadi host, maka teman saya menjadi moderator dan setelah itu kami bertukar peran. Di mana saya menjadi moderator dan host saya pindahkan ke teman saya.  Ini kami lakukan dengan alasan waktu yang pas karena besoknya hari jumat tidak terlalu banyak kegiatan di sekolah dan juga agar kami dapat saling membantu. Kami juga akan saling dukung sebagai peserta di saat salah satu menjadi presenter.

Berikutnya, ketika saya menjadi moderator. Saya mendampingi bu Novalia Nurcahyani dalam menyampaikan materi tentang PTK yang pernah dilaksanakan. Meski malam mulai larut namun semangat peserta untuk bertanya tetap ada. Sebagai moderator saya harus mempersiapkan absen untuk kegiatan pada sesi 12. Namun, bu Novalia telah lebih dulu mempersiapkan absen. Sehingga absen yang saya buat tidak digunakan. Tidak masalah. Yang penting pengalaman membuat absen sebuah kegiatan online telah saya ikuti.

Sampai tanggal 24 Januari 2019, saya telah menyelesaikan tugas sebagai host, moderator dan presenter masing-masing satu kali. Berikutnya saya memilih hari Jumat tanggal 25 Januari 2019 untuk bertugas sebagai moderator dan host. Moderator saya ambil pada sesi pukul 11.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB. Dan sebagai host saya ambil di sesi 11 pukul 20.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB. Pengalaman menjadi moderator dan host untuk kedua kalinya berbeda dengan yang pertama.

Menjadi moderator sengaja saya ambil pada jam di mana saya masih berada di sekolah. Kebetulan hari Jumat tersebut saya tidak ada jam mengajar. Saya memilih membuka webex menggunakan handphone (android). Dan mengambil posisi di ruangan wakil kepala sekolah. Karena saya menggunakan sinyal wifi dari kantor tata usaha yang bersebelahan dengan ruangan wakil kepala sekolah tersebut. Saya lebih memilih ruangan wakil kepala sekolah karena tidak banyak yang beraktifitas di sana. Sedangkan di ruangan tata usaha, aktifitas sangat padat. Sehingga akan menyebabkan suara yang terdengar sedikit terganggu. Kebetulan hari itu saya tidak membawa headset. Saya memilih salah satu kegiatan di lakukan di sekolah karena ingin memperlihatkan kepada teman-teman tentang kegiatan yang saya lakukan. Dan berharap teman-teman tertarik untuk ikut kegiatan yang sama di kesempatan berikutnya.

Jam 11.00 WIB kegiatan sesi 3 dimulai. Host dan saya sebagai moderator telah hadir. Namun, Ibu Rika Nora yang bertugas sebagai presenter belum hadir dalam room webex. Saya mencoba menghubungi Ibu Rika Nora melalui telpon biasa dan telpon whatsapp. Tetapi masih belum terhubung. Jelang beberapa lama akhirnya Ibu Rika Nora dapat masuk ke room webex. Namun, Ibu Rika Nora tidak dapat mempresentasikan materinya dengan maksimal karena faktor sinyal atau jaringan di tempat ibu Rika Nora. Ketika penyampaian materi dilakukan, tiba-tiba Ibu Rika Nora offline. Dan saya serta host mencoba menghubungi Ibu Rika Nora kembali. Begitu terjadi beberapa kali. Akhirnya setelah lewat jam 12.00 WIB, Ibu Rika Nora dapat online dengan baik tetapi yang tinggal hanya kami bertiga, host, moderator dan presenter. Karena peserta yang tadinya ikut adalah bapak-bapak maka lewat jam 12.00 WIB mereka persiapan untuk sholat Jumat. Akhirnya, sesi tanya jawab ditiadakan. Karena tinggal kami bertiga, maka saya menutup kegiatan sesi 3 sampai di sana. Benar-benar pengalaman menjadi moderator yang unik.

Selama saya menjadi moderator tersebut, gangguan yang terjadi tidak terlalu berarti. Hanya beberapa orang teman yang datang dan mengobrol di ruangan yang sama. Sedikit terganggu, akibatnya saya harus mondar mandir mencari tempat yang cukup tenang. Meski demikian tugas sebagai moderator dapat dilaksanakan dan tuntas.

Akhirnya tugas terakhir, yaitu sebagai presenter. Saya memilih sesi sepuluh di hari senin yang jatuh pada tanggal 28 Januari 2019. Dan mengambil tema “Satu Jam Mengenal Geogebra”. Kenapa saya hanya mengambil tema mengenal geogebra, bukannya penggunaan geogebra ? Itu karena, saya berpikir bahwa peserta yang akan mengikuti kegiatan saya bukan hanya berlatar belakang jurusan matematika. Tetapi juga dari jurusan lain yang tentunya belum mengenal apa itu geogebra.

Mengantisipasi kegagalan perekaman yang terjadi pada presentasi perrtama, saya menggunakan dua media untuk presentasi yang kedua ini. Yang pertama, saya menggunakan android untuk menampilkan materi dalam bentuk powerpoint. Artinya saya tampil menggunakan android. Media yang kedua yang saya gunakan adalah laptop. Fungsinya untuk merekam presentasi yang saya lakukan. Akibatnya saya masuk ke room menggunakan dua nama. Di samping itu, demi keamanan hasil rekaman. Saya juga meminta tolong kepada teman yang kebetulan bertugas sebagai host untuk ikut merekam presentasi saya. Jadi saya punya backup rekaman jika nanti terjadi masalah seperti presentasi yang pertama.

Yang spesial di presentasi 2 ini adalah yang menjadi moderator adalah seorang pengurus IGI. Itu terbongkar karena saat saya merespon pertanyaan atau tanggapan dari peserta saya menyebutkan salah satu kanal IGI yang memberikan pelatihan geogebra yaitu sagusage. Pak Hilmawan yang menjadi moderator langsung menyampaikan bahwa beliau adalah salah satu pengurus IGI dan kebetulan juga ada pengur IGI yang lain di tempat beliau. Sungguh suatu momen yang luar biasa buat saya.

Alhamdulillah presentasi yang kedua berjalan lancar, banyak teman yang tertarik dengan geogebra. Semoga banyak yang akan lanjut mempelajari dan menggunakan geogebra. Dan hasil rekamanpun tidak mengecewakan seperti rekaman presentasi pertama. Berikut link youtube presentasi kedua yang saya lakukan https://www.youtube.com/watch?v=P9WiVKUHmCQ&t

Setelah presentasi kedua, ini artinya saya telah menyelesaikan semua tugas yang diberikan. Berikutnya kami yang sudah menyelesaikan tugas  mengisi form yang meminta biodata, flyer, daftar hadir dan link youtube dari hasil rekaman selama kami presentasi. Setelah itu kami mendapatkan sertifikat dalam bentuk softcopy. Alhamdulillah saya memiliki sebuah sertifikat dari SEAMEO. Sebuah sertifikat yang menggunakan bahasa Inggris. Suatu kebanggana dapat menjadi bagian dari VCT batch 2 ini. Ucapan terima kasih kepada panitia penyelenggara. Teristimewa untuk bu Fiqa dan bu Wis yang selalu ada memberikan penjelasan dan bimbingannya untuk kami.

Harapan yang sangat besar kepada penyelenggara kegiatan VCT ini. Semoga teman-teman yang lain masih diberi kesempatan untuk dapat memiliki pengalaman yang saya dapat dari kegiatan ini. Terutama pengalaman menggunakan webex. Jika saja saya tidak mengikuti VCT, maka sampai sekarang saya tidak akan mengenal dan bersahabat dengan webex. Dan semoga ke depannya, akan semakin banyak ilmu atau kompetensi yang diberikan. Walaupun itu sudah tampak pada VCT batch 4. Di mana materi yang akan diterima peserta lebih banyak dibandingkan VCT batch 2. Terima kasih sekali lagi saya ucapkan kepada SEAMEO.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKHIRNYA BERKENALAN DENGAN WEBEX

Mengikuti pelatihan online, merupakan hal yang sudah saya lakukan semenjak awal tahun 2017. Pelatihan online ini diselenggarakan oleh bebera...